Rabu, 29 Februari 2012

Asal Usul Kota Banyuwangi

Asal Usul Kota Banyuwangi
  
Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata Raden Banterang kepada para abdinya. Setelah peralatan berburu siap, Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Ketika Raden Banterang berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya. Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya.
“Kemana seekor kijang tadi?”, kata Raden Banterang, ketika kehilangan jejak buruannya. “Akan ku cari terus sampai dapat,” tekadnya. Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Namun, binatang buruan itu tidak ditemukan. Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. “Hem, segar nian air sungai ini,” Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Setelah itu, ia meninggalkan sungai. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita.
“Ha? Seorang gadis cantik jelita? Benarkah ia seorang manusia? Jangan-jangan setan penunggu hutan,” gumam Raden Banterang bertanya-tanya. Raden Banterang memberanikan diri mendekati gadis cantik itu. “Kau manusia atau penunggu hutan?” sapa Raden Banterang. “Saya manusia,” jawab gadis itu sambil tersenyum. Raden Banterang pun memperkenalkan dirinya. Gadis cantik itu menyambutnya. “Nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung”. “Saya berada di tempat ini karena menyelamatkan diri dari serangan musuh. Ayah saya telah gugur dalam mempertahankan mahkota kerajaan,” Jelasnya. Mendengar ucapan gadis itu, Raden Banterang terkejut bukan kepalang. Melihat penderitaan puteri Raja Klungkung itu, Raden Banterang segera menolong dan mengajaknya pulang ke istana. Tak lama kemudian mereka menikah membangun keluarga bahagia.
Pada suatu hari, puteri Raja Klungkung berjalan-jalan sendirian ke luar istana. “Surati! Surati!”, panggil seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping. Setelah mengamati wajah lelaki itu, ia baru sadar bahwa yang berada di depannya adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa. Maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam, karena Raden Banterang telah membunuh ayahandanya. Surati menceritakan bahwa ia mau diperistri Raden Banterang karena telah berhutang budi. Dengan begitu, Surati tidak mau membantu ajakan kakak kandungnya. Rupaksa marah mendengar jawaban adiknya. Namun, ia sempat memberikan sebuah kenangan berupa ikat kepala kepada Surati. “Ikat kepala ini harus kau simpan di bawah tempat tidurmu,” pesan Rupaksa.
Pertemuan Surati dengan kakak kandungnya tidak diketahui oleh Raden Banterang, dikarenakan Raden Banterang sedang berburu di hutan. Tatkala Raden Banterang berada di tengah hutan, tiba-tiba pandangan matanya dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki berpakaian compang-camping. “Tuangku, Raden Banterang. Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri,” kata lelaki itu. “Tuan bisa melihat buktinya, dengan melihat sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat peraduannya. Ikat kepala itu milik lelaki yang dimintai tolong untuk membunuh Tuan,” jelasnya. Setelah mengucapkan kata-kata itu, lelaki berpakaian compang-camping itu hilang secara misterius. Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu. Ia pun segera pulang ke istana. Setelah tiba di istana, Raden Banterang langsung menuju ke peraaduan istrinya. Dicarinya ikat kepala yang telah diceritakan oleh lelaki berpakaian compang-camping yang telah menemui di hutan. “Ha! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti! Kau merencanakan mau membunuhku dengan minta tolong kepada pemilik ikat kepala ini!” tuduh Raden Banterang kepada istrinya. “ Begitukah balasanmu padaku?” tandas Raden Banterang.”Jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak bermaksud membunuh Kakanda, apalagi minta tolong kepada seorang lelaki!” jawab Surati. Namun Raden Banterang tetap pada pendiriannya, bahwa istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya. Nah, sebelum nyawanya terancam, Raden Banterang lebih dahulu ingin mencelakakan istrinya.
Raden Banterang berniat menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setelah tiba di sungai, Raden Banterang menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki compang-camping ketika berburu di hutan. Sang istri pun menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki berpakaian compang-camping seperti yang dijelaskan suaminya. “Lelaki itu adalah kakak kandung Adinda. Dialah yang memberi sebuah ikat kepala kepada Adinda,” Surati menjelaskan kembali, agar Raden Banterang luluh hatinya. Namun, Raden Banterang tetap percaya bahwa istrinya akan mencelakakan dirinya. “Kakanda suamiku! Bukalah hati dan perasaan Kakanda! Adinda rela mati demi keselamatan Kakanda. Tetapi berilah kesempatan kepada Adinda untuk menceritakan perihal pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa,” ucap Surati mengingatkan.
“Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda! Adinda diminati bantuan, tetapi Adinda tolah!”. Mendengar hal tersebut , hati Raden Banterang tidak cair bahkan menganggap istrinya berbohong.. “Kakanda ! Jika air sungai ini menjadi bening dan harum baunya, berarti Adinda tidak bersalah! Tetapi, jika tetap keruh dan bau busuk, berarti Adinda bersalah!” seru Surati. Raden Banterang menganggap ucapan istrinya itu mengada-ada. Maka, Raden Banterang segera menghunus keris yang terselip di pinggangnya. Bersamaan itu pula, Surati melompat ke tengah sungai lalu menghilang.
Tidak berapa lama, terjadi sebuah keajaiban. Bau nan harum merebak di sekitar sungai. Melihat kejadian itu, Raden Banterang berseru dengan suara gemetar. “Istriku tidak berdosa! Air kali ini harum baunya!” Betapa menyesalnya Raden Banterang. Ia meratapi kematian istrinya, dan menyesali kebodohannya. Namun sudah terlambat.
Sejak itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi.
Sumber: e-smartschool.com yang diambil dari elexmedia

Senin, 20 Februari 2012

Calender Girls Generation 2012












*-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------*

Sabtu, 18 Februari 2012

Biodata SNSD/Girls Generation



 BIODATA GIRLS GENERATION

Biodata Yoona SNSD Personel Gils Generations
 
Nama Panggilan : Yoona
Nama Lengkap : Im Yoon Ah
Arti Nama : Anak kecil yang tak berdosa
Nama Panggilan di SNSD : Charming Girl
Nama Panggilan Lain : Little Deer, Retarol, Flower Deer, Powerful Yoona, Bravery Yoona, YoonABC
Tgl. Lahir : 30 Mei 1990
Gol. Darah : B
Tinggi Badan : 166 cm
Berat Badan : 47 kg
Posisi : Ketua Dancer yang ke-3, membantu vokal
No. Favorite : 93
Spesial : Akting
Durasi Latihan : 7 tahun 2 bulan
Lagu favorite dari SNSD : Complete



Biodata Tiffany SNSD Girls Generations
 
Nama Panggilan : Tiffany
Nama Lengkap : Hwang Mi Young, Tiffany Hwang
Arti Nama : Daun bunga yang cantik
Nama Panggilan di SNSD : Brighter Than Gem
Nama Panggilan Lain : Fany, Brighter than Mushroom Tiffany, Fanny of Belly, Bacteria Fany, Fany The Practicer, Rural Fany, Spongebob Hwang, Fany Fany Tiffany, Human Jukebox, Mushroom
Tgl. Lahir : 1 Agustus 1989
Tinggi Badan : 162 cm
Berat Badan : 50 kg
Posisi : Ketua Vokal yang ke-4
Hobi : Main Seruling
Spesial : Bahasa Inggris, Main Flute ( Seruling )
Durasi Latihan : 3 tahun 7 bulan
Lagu Favorite dari SNSD : Baby Baby



Biodata Yuri SNSD Girls Generations

Nama Panggilan : Yuri
Nama Lengkap : Kwon Yuri
Arti Nama : Putih melati yang ramah (Baik hati )
Nama Panggilan di SNSD : Black Pearl
Nama Panggilan Lain : Yul, Kwongul, Ggab-Yul, Black Yul, Yuree
Tgl. Lahir : 5 Desember 1989
Gol. Darah : AB
Tinggi Badan : 167 cm
Berat Badan : 45 kg
Posisi : Ketua Dancer yang ke-2, membantu vokal
No. Favorite : 19
Hobi : Dancing, Ballet, Main piano, Violin, Renang
Spesial : Bahasa Cina, renang
Durasi Latihan : 5 tahun 11 bulan
Lagu Favorite Dari SNSD : Baby Baby


Biodata Hyoyeon SNSD

Nama Panggilan : Hyoyeon
Nama Lengkap : Kim Hyo Yeon
Arti Nama : Selalu tumbuh dengan indah
Nama Panggilan di SNSD : Bright Snow White
Nama Panggilan Lain : Dancing Queen, Princess Fiona, Hyo Fit and Firm, Apple Princess, Hyon
Tgl. Lahir : 22 September 1989
Gol. Darah : AB
Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan : 48 kg
Posisi : Ketua Dancer yang ke-1, membantu vokal
No. Favorite : 85
Hobi : Menari/Nge dance
Spesial : Bahasa Cina, Dance
Durasi Latihan : 6 tahun 1 bulan



Biodata SooYoung Girls Generations

Nama Panggilan : SooYoung
Nama Lengkap : Choi Soo Young
Arti Nama : Daun bunga yang kemewahan
Nama Panggilan di SNSD : Fun Loving Princess
Nama Panggilan Lain : A Person with long body, Long Legs, Model, Food God, Interuptor, Syoung
Tgl. Lahir : 10 Februari 1990
Gol. Darah : O
Tinggi Badan : 170 cm
Berat Badan : 48 kg
Posisi : Membantu Vokal
No. Favorite : 08
Hobi : Makan
Spesial : Bahasa Jepang, Dance
Durasi Latihan : 6 tahun 3 bulan
Lagu Favorite dari SNSD : Complete



Biodata SeoHyun Personel Girls Generations

Nama Panggilan : SeoHyun
Nama Lengkap : Seo Joo Hyun
Arti Nama : Mutiara penting/mutiara yang berguna
Nama Panggilan di SNSD : The Youngest Princess
Nama Panggilan Lain : Seororo, Innocent Seohyun, Kerohyun, Youngest Child, Milk Seo Joo
Tgl. Lahir : 28 Juni 1991
Gol.Darah : A
Tinggi Badan : 168 cm
Berat Badan : 48 kg
Posisi : Ketua Vokal yang ke-3
No. Favorite : 64
Hobi : Main Piano, nonton Keroro
Spesial : Bahasa Cina, Main Piano
Durasi Latihan : 6 tahun 6 bulan
Lagu Favorite dari SNSD : Kissing You



Biodata Taeyeon SNSD

Nama Panggilan : Taeyeon
Nama Lengkap : Kim Tae Yeon
Arti Nama : Kebesaran ( yang mulia ) yang cantik
Nama Panggilan di SNSD : little child that is like Pack Sol – Ge snack
Nama Panggilan lain : Taetae, Taeng, leader Taeyeon, leader Taeng, Kid leader, Auntie, Afro Tangee, little person, A person with short body, Pack-Sol-Ge snack
Tgl. lahir : 9 Maret 1989
Gol. darah : O
Tinggi badan : 162 cm
Berat Badan : 44 kg
Posisi : ketua, ketua vocal yang ke- 1
No. Favorite : 22, 3, 6 ,9
Hobi : Renang
Special : Menyanyi Trot, bahasa Cina
Durasi latihan : 5 tahun 3 bulan
Lagu favorite dari SNSD : Merry Go – Round



Biodata Jessica SNSD Girls Generations

Nama Panggilan : Jessica
Nama Lengkap : Jung Soo Yeon, Jessica Jung
Arti Nama : Cantik dan kemewahan / barang mewah
Nama Panggilan di SNSD : Ice Princess
Nama Panggilan Lain : Sic, Sica, Sicachu, Liquid Sica, Sica Effect,, Sica Of Sweat, Baby Sic, Puppet Sic, Sexica, glowing Sic, Sleepy Sica
Tgl. lahir : 18 April 1989
Gol. darah : B
Tinggi badan : 163 cm
Berat badan : 45 kg
Posisi : ketua Vocal yang ke- 2
No. Favorite : 52
Hobi : sepakbola, tinju
Spesial : Dance, bahasa inggris
Durasi latihan : 7 tahun 6 bulan
Lagu favorite dari SNSD : Complete



Biodata Sunny SNSD

Nama Panggilan : Sunny
Nama Lengkap : Lee Sun Kyu
Arti Nama : Permata yang dilahirkan dengan indah
Nama Panggilan di SNSD : Energy Pill
Nama Panggilan lain : Lee Sunny, Lee Sun, Dolphin, Dolphin Sunny, Cute Sunny, Sun Kyu
Tgl. Lahir : 15 Mei 1989
Gol. Darah : B
Tinggi Badan : 158 cm
Berat Badan : 43 kg
Posisi : Membantu Vokal
No. Favorite : 26
Hobi : Renang, main video game, olahraga
Spesial : Atletik
Durasi Latihan : 9 bulan
Lagu Favorite dari SNSD : Ooh-La-La!


Jumat, 10 Februari 2012

Perjuangan Bangsa Indonesia

Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia.
a. Sejarah Perjuangan Bangsa.
Perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama penjajahan dilanjutkan dengan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan era mengisi kemerdekaan, menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya. Kondisi dan tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi oleh bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nilai semangat kebangsaan kejuangan yang senantiasa tumbuh dan berkembang yang dilandasi oleh jiwa, tekad dan semangat kebangsaan. Kesemuanya itu tumbuh menjadi kekuatan yang mampu mendorong proses terwujudnya NKRi dalam wadah Nusantara.
b. Era Sebelum Penjajahan.
Sejak tahun 400 Masehi sampai dengan tahun 1617, kerajaan-kerajaan yang ada di Bumi Persada Nusantara adalah kerajaan Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Kediri, Singasari, Majapahit, Samudera Pasai, Aceh, Demak, Mataram, Goa dan lain-Iainnya, merupakan kerajaan-kerajaan yang terbesar di seluruh Bumi Persada Nusantara. Nilai yang terkandung pada era sebelum penjajahan adalah rakyat yang patuh dan setia kepada rajanya membendung penjajah dan menjunjung tinggi kehormatan dan kedaulatan sebagai bangsa monarchi yang merdeka di bumi Nusantara.
c. Era Selama Penjajahan.
Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa asing mulai tahun 1511 sampai dengan 1945 yaitu bangsa Portugis, Belanda, inggris dan Jepang. Selama penjajahan peristiwa yang menonjol adalah tahun 1908 yang dikenal sebagai Gerakan Kebangkitan Nasional Pertama, yaitu lahirnya organisasi pergerakan Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Sutomo Dan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dan 20 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928 ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda sebagai titik awal dari kesadaran masyarakat untuk berbangsa Indonesia, dimana putra putri bangsa Indonesia berikrar : “BERBANGSA SATU, BERTANAH AIR SATU, DAN BERBAHASA SATU : INDONESIA”. Pernyataan ikrar ini mempunyai nilai tujuan yang sangat strategis di masa depan yaitu persatuan dan kesatuan Indonesia. Niiai yang terkandung selama penjajahan adalah Harga diri, solidaritas, persatuan dan kesatuan, serta jati diri bangsa.
d. Era Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan.
Dimulai dari tahun 1942 sampai dengan tahun 1949; dimana pada tanggal 8 Maret 1948 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang me!alui Perjanjian Kalijati. Selama penjajahan Jepang pemuda ¬pemudi Indonesia dilatih dalam olah kemiliteran dengan tujuan untuk membantu Jepang memenangkan Perang Asia Timur Raya. Pelatihan tersebut melalui Seinendan, Heiho, Peta dan lain-lain, sehingga pemuda Indonesia sudah memiliki bekal kemiliteran. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu disebabkan dibom atomnya kota Hirosima dan Nagasaki. Kekalahan Jepang kepada Sekutu dan kekosongan kekuasaan yang terjadi di Indonesia digunakan dengan sebaik-baiknya oleh para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Dengan semangat juang yang tidak kenal menyerah yang dilandasi iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta keikhlasan berkorban telah terpatri dalam jiwa para pemuda dan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaannya, yang kemudian diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta. Setelah merdeka bangsa Indonesia harus menghadapi Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia dengan melancarkan aksi militernya pada tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Pertama) dan tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Kedua), dan pemberontakan PKI Madiun yang didalangi oleh Muso dan Amir Syarifuddin pada tahun 1948. Era merebut dan mempertahankan kemerdekaan mengandung nilai juang yang paling kaya dan lengkap sebagai titik kulminasinya adalah pada perang Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Nilai-nilai kejuangan yang terkandung dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan ‘adalah sebagai berikut :
1. Nilai kejuangan relegius (iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa).
2. Nilai kejuangan rela dan ikhlas berkorban.
3. Nilai kejuangan tidak mengenal menyerah.
4. Nilai kejuangan harga diri.
5. Nilai kejuangan percaya diri.
6. Nilai kejuangan pantang mundur.
7. Nilai kejuangan patriotisme.
8. Nilai kejuangan heroisme.
9. Nilai kejuangan rasa senasib dan sepenanggungan.
10. Nilai kejuangan rasa setia kawan.
11. Nilai ke juangan nasionalisme dan cinta tahah air
12. Nilai kejuangan persatuan dan kesatuan.
e. Era Mengisi Kemerdekaan.
Pada awal mengisi kemerdekaan timbul berbagai masalah antara lain timbul pergantian kabinet sebanyak 27 kali dan terjadinya berbagai pemberontakan-pemberontakan’i seperti : DIITII, APRA, RMS, Andi Azis, Kahar Muzakar, PRRI/Permesta, dan lain-lain serta terjadinya berbagai penyimpangan dalam penyelenggaraan negara sehingga timbul Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 untuk kembali pada UUD 1945, penyimpangan y’ang sangat mendasar adalah mengubah pandangan hidup bangsa Indonesia Pancasila menjadi ideologi Komunis, yaitu dengan meletusnya peristiwa G30S/PKI. Peristiwa ini dapat segera ditumpas berkat perjuangan TNI pada waktu itu bersama-sama rakyat, maka lahir Orde Baru yaitu kembali kepada tatanan kehidupan yang baru dengan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara mumi dan konsekuen. Selama Orde Baru pembangunan berjalan lancar, tingkat kehidupan rakyat perkapita naik, namun penyelenggaraan negara dan rakyat bermental kurang baik sehingga timbul korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) mengakibatkan krisis keuangan, krisis ekonomi dan krisis moneter serta akhimya terjadi krisis kepercayaan yang ditandai dengan turunnya Kepemimpinan Nasional, kondisi tersebut yang menjadi sumber pemicu terjadinya gejolak sosial. Kondisi demikian ditanggapi oleh mahasiswa dengan aksi-aksi dan tuntutan “Reformasi”, yang pada hakekatnya reformasi adalah perubahan yang teratur, terencana, terarah dan tidak merubah/menumbangkan suatu yang sifatnya mendasar Nilai yang terkandung pada era mengisi kemerdekaan adalah semangat dan tekad untuk mencerdaskan bangsa, mengentaskan kemiskinan dan memerangi keterbelakangan, kemandirian, penguasaan IPTEK serta daya saing yang tinggi berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 sehingga siap menghadapi abad ke-21 dalam era globalisasi.
Dari uraian tersebut diatas bahwa sejarah perjuangan bangsa memiliki peranan dalam memberikan kontribusi niJai-niiai kejuangan bangsa dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan untuk tetap utuh dan tegaknya NKRI yaitu SATU INDONESIA SATU.
Proses Bangsa Yang Menegara.
Proses bangsa menegara adalah suatu proses yang memberikan gambaran tentang bagaimana terbentuknya bangsa, di mana sekelompok manusia yang ada di dalamnya merasakan sebagai bagian dari bangsa dan terbentuknya negara merupakan organisasi yang mewadahi bangsa serta dirasakan kepentingannya oleh bangsa itu, sehingga tumbuh kesadaran untuk mempertahankan tetap tegak dan utuhnya negara melalui upaya Bela Negara. Dalam rangka upaya Bela Negara agar dapat terlaksana dengan baik apabila tercipta pola pikir, sikap dan tindak/perilaku bangsa yang berbudaya sebagai dorongan/motivasi adanya keinginan untuk sadar Bela Negara sebagai berikut : Bangsa Yang Berbudaya, artinya bangsa yang mau melaksanakan hubungan dengan penciptanya “Tuhan” disebut Agama; Bangsa Yang Mau Berusaha, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya disebut Ekonomi; Bangsa Yang Mau Berhubungan Dengan lingkungan, berhubungan sesamanya dan alam sekitarnya disebut Sosial; Bangsa Yang Mau Berhubungan Dengan Kekuasaan, disebut Politik; Bangsa Yang Mau Hidup Aman Tenteram dan Sejahtera, berhubungan dengan rasa kepedulian dan ketenangan serta kenyamanan hidup dalam negara disebut Pertahanan dan Keamanan.
Pada zaman modern adanya negara lazim_ya dibenarkan oJeh anggapan-anggapan atau pandangan kemanusiaan. Demikian pula halnya menurut bangsa Indonesia, sebagaimana dirumuskan di dalam Alinea Pertama Pembukaan UUD 1945, adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa sehingga penjajahan, yang bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan harus dihapuskan. Apabila “dalil” inj kita analisis secara teoritis, maka hidup berkelompok “baik bermasyarakat, berbangsa dan bernegara seharusnya tidak mencerminkan eksploitasi sesama manusia (penjajahan) harus berperikemanusiaan dan harus berperikeadilan. Inilah teori pembenaran paling mendasar dari pada bangsa Indonesia tentang bernegara. Hal yang kedua yang memerlukan suatu analisa ialah bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, mengapa dalam penerapannya sering timbul pelbagai ragam konsep bernegara yang kadang-kadang dapat saling bertentangan. Perbedaan konsep tentang negara yang dilandasi oleh pemikiran ideologis adalah penyebab utamanya, sehingga perlu kita pahami filosofi ketatanegaraan tentang makna kebebasan atau kemerdekaan suatu bangsa dalam kaitannya dengan ideologinya. Namun di dalam penerapannya pada zaman modern, teori yang universal ini didalam kenyataannya tidak diikuti orang. Kita mengenal banyak bangsa yang menuntut wilayah yang sama, demikian pula halnya banyak pemerintahan yang menuntut bangsa yang sama. Orang kemudian beranggapan bahwa pengakuan dari bangsa lain, memerlukan mekanisme yang memungkinkan hal tersebut adalah lazim disebut proklamasi kemerdekaan suatu negara.
Perkembangan pemikiran seperti ini mempengaruhi pula perdebatan di dalam PPKI, baik didalam membahas wilayah negara maupun di dalam merumuskan Pembukaan UUD 1945 yang sebenarnya direncanakan sebagai naskah Proklamasi. Oleh karena itu merupakan suatu kenyataan pula bahwa tidak satupun warga negara Indonesia yang tidak menganggap bahwa terjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah pada waktu Proklamasi 17 Agustus 1945, sekalipun ada pihak-pihak terutama luar negeri yang beranggapan berbeda dengan dalih teori yang universal….
Advertisement

SNSD - Hello Baby




























SNSD Dance

























SNSD & Super Junior - Sorry Sorry & Gee acoustic version


                                                      Gee acoustic Version - Super Junior






                                                   Sorry Sorry acoustic Version - SNSD

Selasa, 07 Februari 2012

Lirik & Video Visual Dreams SNSD




                                                                Lirik Visual Dreams-SNSD


[All] One Two Three (Four)
[Yoona] Charitage (omona)
[All] One Two Three (Four)
[Sooyoung] Neoreul wonhae (imi nan)
[All] One Two Three (Four)
[Sunny] Soljikhan nae
[Sunny] Mameul da deukyeo beorillae, da deullyeo jullae (eh-eh)

[All] Cho cho cho,
[Yuri] Oh dalkomhan nae (ibsure)
[All] Come Come Come,
[Hyoyeon] Cheoncheonhi geurae (tagawa)
[All] Tic Tac Toe,
[Seohyun] Oh ajjinage
[Seohyun] Nege ppuk bbajyeo beorin geol, noga beorin geol

[Taeyeon] Cheoeum neukkin I gamjeong, My Deep Love Core
[Taeyeon] Jeomjeom tteugeo wo jineun eolgul sumi makhineun, sungan eojjeoji
[Yoona] Tteolligo isseo
[All] (Boy boy boy boy bo bo bo boy boy boy boy)

[Tiffany] Goin goin haebwado moreugesseo
[Tiffany] Sangsang maneuron jeongmallo hanado (oh)
[Tiffany] How to do my first kiss
[Yuri] Just wait a minute?
[All] (Boy boy boy boy bo bo bo boy boy boy boy)

[Seohyun] Mangseori ji malgo my love~
[Seohyun] Get into my core

[All] One Two Three (Four)
[Yoona] Charitage (omona)
[All] One Two Three (Four)
[Sooyoung] Neoreul wonhae (imi nan)
[All] One Two Three (Four)
[Sunny] Soljikhan nae
[Sunny] Mameul da deukyeo beorillae, da deullyeo jullae (eh-eh)
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/s/snsd/visual_dreams.html ]
[All] Cho cho cho,
[Yuri] Oh dalkomhan nae (ibsure)
[All] Come Come Come,
[Hyoyeon] Cheoncheonhi geurae (tagawa)
[All] Tic Tac Toe,
[Seohyun] Oh ajjinage
[Seohyun] Nege ppuk bbajyeo beorin geol, noga beorin geol

[Jessica] Nae mamsok visual neomu wanbyeokhae
[Jessica] Nae gaji gomin eonje eodiseo mu eoseul eotteohke man baego
[Hyoyeon] Hemaego isseo
[All] (Core Core Core Core Co Co Co Core Core Core Core)

[Seohyun] Umul jjumul hadan nohchil ji molla
[Seohyun] Mangseorim the end yeogil bwa dugeun dugeun pop pop
[Seohyun] Deulliji eottae?
[Sooyoung] Core of my love
[All] (Core Core Core Core Co Co Co Core Core Core Core)

[Sunny] Jigeumiya baro start~jump into love core

[All] One Two Three (Four)
[Yoona] Charitage (omona)
[All] One Two Three (Four)
[Sooyoung] Neoreul wonhae (imi nan)
[All] One Two Three (Four)
[Sunny] Soljikhan nae
[Sunny] Mameul da deukyeo beorillae, da deullyeo jullae (eh-eh)

[Taeyeon] Take a higher,
[Tiffany] oh my love, ooh yeah~
[Jessica] Visual dreams,
[Taeyeon] neukkyeobwa beating of my heart...

[All] One Two Three (Four)
[Yoona] Charitage (omona)
[All] One Two Three (Four)
[Sooyoung] Neoreul wonhae (imi nan)
[All] One Two Three (Four)
[Sunny] Soljikhan nae
[Sunny] Mameul da deukyeo beorillae, da deullyeo jullae (eh-eh)

[All] Cho cho cho,
[Yuri] Oh dalkomhan nae (ibsure)([Taeyeon] Ooh~ yeah)
[All] Come Come Come,
[Hyoyeon] Cheoncheonhi geurae (tagawa)([Jessica] Visual dream)
[All] Tic Tac Toe,
[Seohyun] Oh ajjinage
[Seohyun] Nege ppuk bbajyeo beorin geol, noga beorin geol



Senin, 06 Februari 2012

Perancang Lambang Garuda Indonesia yang Tak Terlupakan


 Siapa tak kenal burung Garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang    Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.
Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.

Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.
Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda.
Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar – karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL.
Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.
Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.
Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.
Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.

Lirik & Video Baby Baby SNSD



                                                           Lirik Baby Baby-SNSD



[TAEYEON] Dorineun mam goma oon mam gadeukhi damaso
Jelyebeun pojak soge (jonhago shipeunde)
 

[YURI]Anilgoya ooseulgo ya ungdoonghan sang sang daemooneh
Mae il miruneun babo (wae nagat janh ge)
 

[JESSICA]Neul ootdon moseub neega nae mam hoob chingo
[SUNNY]Gong maro numoo malo andweneunde
 

[ALL]Please baby baby baby geu dae ga nae aneh
[SEOHYUN]Numoo do gipi deurowa bo ilga iron nae sujubeun gobaek
[ALL]Baby baby baby salmyo shi dagaga
[SOOYOUNG]Jakeun mogsoriro gaga ee noman deurige malhae joolgeh

[YOONA]Dab dab han mam mianhan mam onjenga jonaejool
Mae il sahyo ganeun sunmool (jonhago shipeunde)

[TIFFANY]Anilgo ya shireulgoya

Geunyang nalpyon han chingu ee sangeun joldae anya (geuromyun ajae?)

[SUNNY]Neul otneun moseub nimam hoob chigo shipo

[TAEYEON]Jongmaro numoo deulryo jugo shipo

[ALL]Please baby baby baby geudaega nae aneh
[JESSICA]Numoodo gipi deurowa bo il ga iron nae sujubeun gobaek
[ALL]Baby baby baby sal myo shi dagaga
[HYOYEONBoodeuron noon ooseum euro noye momeh seumyo galgoya

[SEOHYUN]Sashil nudo algo nagagaji mothaneun nal
[JESSICA]Oneu saenga naege no daga ogo itneungol
[TAEYEON]Pogeunhan geu poomeuro nal gok anajwo

[ALL]Please baby baby baby geudaega nae aneh
[YURI]Numoo do gipi deurowa bo il ga iron nae sujubeun go baek
[ALL]Baby baby baby sal myo shi dagaga
[YOONA]Jakeun mogsoriro gaga ee noman neurige malhae jooleh
 

[ALL]Please baby baby baby naega geudae aneh
[TIFFANY]Sojong han sarang maneuro gadeugi chaewo nogo shipungolyo
[ALL]Baby baby baby ijeneun geudaeye
[TAEYEON]Nugodo boorubji anheul gajang yebeun yoja chinguya
[ALL]Please baby baby baby

Lirik & Video Hoot SNSD



                                                    Lirik Hoot-SNSD


[Taeyeon] Nun kkambbak hal sai neon tto Check it Out~!
Jina ganeun yeojadeul geuman jom bwa
[Tiffany] Anin cheok motdeureun cheok, gashi bakhin kouseum, isanghae da da da

[Sunny] Jogeum man naege chinjeol hamyeon eottae, mu ttukttuk han maltu neomu apa nan
[Yoona]Ireon ge iksok haejyeo, ganeun geon jeongmal shilheo, soksanghae da da da

[Seohyun] Eodil chyeoda bwa, nan yeogi itneunde

[All] Neottae mune nae maeum eun, gabot ibgo ijen naega matseo julge
Ni hwasareun Trouble! Trouble! Trouble! nareul no ryeosseo
Neoneun Shoot! Shoot! Shoot! naneun hoot! hoot! hoot!

Dogi bae in ni mare na, sangcheo ibgodo dashi jundu beonjjae Chance
Neon yeokshi Trouble! Trouble! Trouble! ttaereul noryeosseo
Neoneun Shoot! Shoot! Shoot! naneun hoot! hoot! hoot!

[Jessica] Dareun yeoja ye hamjeonge puk bbajyeot dani?
Byeonmyeong kkeut! neon ajikdo jeongshin mot charigo itji
[Yuri] Geu taedoro joheun, yeoja mot mannal geoda, yeongwonhi neon. neon. neon

[Sooyoung] Chakgak mara neon, kyupideu ga anya (Tae : neo malya)

[All] Neottae mune nae maeum eun, gabot ibgo ijen naega matseo julge
Ni hwasareun Trouble! Trouble! Trouble! nareul no ryeosseo
Neoneun Shoot! Shoot! Shoot! naneun hoot! hoot! hoot!

Dogi bae in ni mare na, sangcheo ibgodo dashi jundu beonjjae Chance
Neon yeokshi Trouble! Trouble! Trouble! ttaereul noryeosseo
Neoneun Shoot! Shoot! Shoot! naneun hoot! hoot! hoot!

[Seohyun] Mulsoge seo tteuryeo myeon gara antge
[Hyoyeon] Naega maldeun Circle neoneun gak jige
[Sooyoung] Mudji anheun mare daedabman tto hae
[Jessica] Geuraedo nan neocheoreom hwasareun an sseulge

[All] Neottae mune nae maeum eun, gabot ibgo ijen naega matseo julge
Ni hwasareun Trouble! Trouble! Trouble! nareul no ryeosseo
Neoneun Shoot! Shoot! Shoot! naneun hoot! hoot! hoot!

Dogi bae in ni mare na, sangcheo ibgodo dashi jundu beonjjae Chance
Neon yeokshi Trouble! Trouble! Trouble! ttaereul noryeosseo
Neoneun Shoot! Shoot! Shoot! naneun hoot! hoot! hoot!            




Minggu, 05 Februari 2012




Indonesia Negaraku!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Indonesia negara kita, tempat kita lahir. Kenapa pahlawan-pahlawan kita yang masih hidup dibiarin?????????? Kenapa banyak pembunuhan????? Kenapa banyak koruptor??????? Kenapa pemerintahan di Indonesia tidak adil??????

Karena kita memiliki alam yang indah 

Lirik & Video Genie SNSD



                                                     Lirik Genie-SNSD

Turn it up
Just turn it up
That's right, c'mon

[Taeyeon] Sowoneul malhaebwa
Ni mamsokae itneun jageun ggoomeul malhaebwa
[Jessica] Ni meorieh itneun isanghyungeul geuryuhbwa
Geurigo nareul bwa
Nan nuh eh genie ya, ggoomiya, genie ya

[Seohyun & Yoona] Deurimkareul tago dallyuhbwa
Nun nae yupjariae anja
Geujuh iggeullim sokeh modoo dunjyuh
[Yuri] Gaseum bukcha teojyeo buhlyuhdo
Baram gyurae nallyeo buhlyuhdo
Jigeum isoon gan sesangeun nuh eh gut

[All] Geuraeyo nan nul saranghae
Unjaena miduh ggoomdo yuljungdo da joogo shippuh
[Yoona]Nan geudae sowoneul ilyuhjoogo shipeun (shipeun) hengoonae yeoshin
[All]Sowoneul malhaebwa (I'm genie for you, boy)
Sowoneul malhaebwa (I'm genie for your wish)
Sowoneul malhaebwa (I'm genie for your dream)
Naegaeman malhaebwa (I'm genie for your world)

[Tiffany] Sowoneul malhaebwa
Jiroohan naldeuri nun jigyubji anni
[Sunny] Pyungbumhan senghwalae nun moodhyuh bulyutni
Ijae geuman ggaeuhna
Nun na eh superstar, shining star, superstar

[Hyoyeon & Seohyun] Shimjangsori gateun ddullimae harley ae ni momeul matgyeobwa
Jihae isesangeun ojik nuh ae moodae
[Tiffany] Hwanhosori gateun padoga nae gaseumen nuh ae cheh oni
Naneun nuh ae gil youngwonhan biggest fan

[All] Geuraeyo nan nul saranghae
Unjaena miduh ggoomdo yuljungdo da joogo shippuh
[Sooyoung]Nan geudae sowoneul ilyuhjoogo shipeun (shipeun) hengoonae yeoshin
[All]Sowoneul malhaebwa (I'm genie for you, boy)
Sowoneul malhaebwa (I'm genie for your wish)
Sowoneul malhaebwa (I'm genie for your dream)
Naegaeman malhaebwa (I'm genie for your world)
Sowoneul malhaebwa

[Tiffany] DJ! put it back on

[All] Geuraeyo nan nul saranghae
Unjaena miduh ggoomdo yuljungdo da joogo shippuh
Nan geudae sowoneul ilyuhjoogo shipeun (shipeun) hengoonae yeoshin
[Sunny] Sowoneul malhaebwa

[All] Nan nul saranghae. nun na eh music
Nan nul saranghae. nun na eh gibbeum
Nan nul saranghae. nun na eh hengooni dwego shippuh
([Taeyeon] Nuh eh fantasy leul soomgim ubshi malhaebwa
Naneun genie gileul boyeojoolgae
Niga gajin sowon soomgimubshi malhaebwa
Nuh eh genie naega deuruh joolgae

Sowoneul malhaebwa (I'm genie for you, boy)
Sowoneul malhaebwa (I'm genie for your wish)
Sowoneul malhaebwa (I'm genie for your dream)
Naegaeman malhaebwa (I'm genie for your world)
Sowoneul malhaebwa (I'm genie for you, boy)
Sowoneul malhaebwa (I'm genie for your wish)

Sowoneul malhaebwa           

Soo Young Santa Baby

Lirik & Video Kissing You SNSD




                                            Lirik Kissing You-SNSD


Doo doo roo~ doo doo doo
Kissing you baby~
Doo doo roo~ doo doo doo
Loving you baby~

[Seohyun] Jangnan seuruhn nuheh kiseueh gibooni choa
[Yoona] Giyuhbge saechimhan pyojuhng jiuhdo

[Taeyeon] Uhneu saenga naneun soongnyuh chorom nae ibsooreun
[Taeyeon] Sageunsageun geudae ireum booreujyo

[All] Geudaewa bareul matchoomyuh guhdgo, nuheh doo soneul japgo,
Ni uhddae-eh gidaeuh marhago shipo
[Sunny] Gomawo saranghae haengbok man joolgeyo Kissing you oh my love
[All] Naeireun ddaseuhan haetsal sogeh nuhneun nae yuhpeh noowuh
Saranghae norael boolruhjoomyuh oosuhjwo
[Yuri] dal gom han saranghae giboon chohan hanmadi

Doo doo roo~ doo doo doo
Kissing you baby~
Doo doo roo~ doo doo doo
Loving you baby~

[Tiffany] Nooneul gamgo nuheh ibsooreh kiseureul hamyuhn
[Hyoyeon] Nae boreun pingkeubit moori deuruhdo

[Jessica] Nae maeumeun imi nuhmuhgago nae gaseumen
[Jessica] Doogeundoogeun shimjangsori deulijyo

[All] Geudaewa bareul matchoomyuh guhdgo, nuheh doo soneul japgo,
Ni uhddae-eh gidaeuh marhago shipo
[Seohyun] Gomawo saranghae haengbok man joolgeyo Kissing you oh my love
[All] Naeireun ddaseuhan haetsal sogeh nuhneun nae yuhpeh noowuh
Saranghae norael boolruh joomyuh oosuhjwo
[Sooyoung] Dalkomhan saranghae giboon chohan hanmadi

[Sunny] Saranghae saranghae nuhmaneul saranghae haneul mankeum
[Taeyeon] Uhnjena haengbokhageh hwanhan ooseum joolgeh
[Jessica] Nuhmaneh sojoonghan yoja chingu yaksokhae

[Seohyun] Nuhneun nae yuhpeh itgo, nayeh doo nooneh itgo,
Nuheh poomanen hangsang naega isseurgeh (Jessica: naega isseurgeh~)

[All] Geudaewa bareul matchoomyuh guhdgo, nuheh doo soneul japgo,
Ni uhddae-eh gidaeuh malhago shipo
[Taeyeon] Gomawo saranghae haengbokman joolgeyo Kissing you oh my love
[All] Naeireun ddaseuhan haetsal sogeh nuhneun nae yuhpeh noowuh
Saranghae norael boolruhjoomyuh oosuhjwo
[Tiffany] Dalkomhan saranghae giboon chohan hanmadi

[Jessica] Darkomhan sarangeh giboon chohan
[Seohyun]Saranghae hanmadi